Entri Populer

Selasa, 11 Januari 2011

ADSORPSI


Salah satu metode yang digunakan untuk menghilangkan zat pencemar dari air limbah adalah adsorpsi  (Rios, dkk., 1999 dan Saiful, dkk., 2005 dalam Sukarta, 2008). Adsorpsi adalah kemampuan menempel suatu zat pada permukaan, sedangkan kemampuan suatu zat untuk melepaskan diri dari permukaan disebut dengan desorpsi. Bagian yang menempel disebut sorbat, sedangkan bagian tempat menempel atau terikat disebut dengan adsorben (Soemirat, 2003). Dengan selektivitasnya yang tinggi, maka proses adsorpsi sangat berpotensi digunakan untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi yang kecil dari campuran yang mengandung bahan lain yang berkonsentrasi tinggi (Bernasconi, dkk., 1995).
1.         Faktor- faktor yang mempengaruhi adsorpsi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi suatu adsorben antaranya adalah sebagai berikut (Junaidi, 2009) :
a)Luas Permukaan Adsorben
Semakin luas permukaan adsorben, semakin banyak asorbat yang diserap, sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. Semakin kecil ukuran diameter partikel maka semakin luas permukaaan adsorben, dan sebaliknya.
b)      Ukuran Partikel
Semakin kecil ukuran partikel yang digunakan maka semakin besar kecepatan adsorpsinya. Ukuran partikel dalam bentuk butir adalah lebih dari 0,1 mm, sedangkan ukuran diameter dalam bentuk serbuk adalah 200 mesh.
c)Waktu Kontak
Semakin lama waktu kontak dapat memungkinkan proses difusi dan penempelan molekul adsorbat berlangsung lebih baik. Konsentrasi zat-zat organik akan turun apabila kontaknya cukup dan waktu kontak biasanya sekitar 10-15 menit.
d)     Distribusi Ukuran Pori
Distribusi pori akan mempengaruhi distribusi ukuran molekul adsorbat yang masuk dalam partikel adsorben. Kebanyakan zat pengadsorpsi atau adsorben merupakan bahan yang sangat berpori dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori atau letak-letak tertentu di dalam partikel tersebut.
Samping itu, terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi adsorpsi, yaitu :
e)Temperatur
Temperatur tidak secara nyata mempengaruhi kapasitas biosorpsi pada rentang suhu 20-35°C (Cossich, dkk., 2002 dalam Musrawati, 2009) dan bergantung pada jenis adsorbennya.
f)       pH
pH merupakan faktor utama dalam biosorpsi. pH mempengaruhi kemampuan sisi aktif biomassa serta berpengaruh pada mekanisme adsorpsi ion logam (Pino, dkk., 2006; Pavasant, dkk., 2005; Davis, dkk., 2003; Yang dan Volesky, 1999 dalam Musrawati, 2009). Ketergantungan adsorpsi ion logam pada pH berhubungan erat dengan gugus fungsi yang ada pada permukaan biomassa maupun ion-ion logam yang ada dalam larutan.
Adsorpsi pada pH rendah biasanya membutuhkan proses pengambilan ion yang kurang efisien. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi proton yang tinggi dalam larutan dan proton ion logam bersaing untuk berikatan pada sisi aktif sorben. Sebaliknya, meningkatnya pH larutan akan menyebabkan berkurangnya kompetisi antara ion logam dan proton. Dalam hal ini peningkatan kapasitas adsorpsi (efisiensi penghilangan ion logam) dapat diamati. Untuk memastikan tidak adanya interferensi akibat pengendapan logam, umumnya percobaan biosorpsi dilakukan pada pH kurang lebih 5 (Pavasant, dkk., 2005 dalam Musrawati, 2009).
g)      Konsentrasi Adsorben
Konsentrasi adsorben dalam larutan juga berpengaruh pada pengambilan spesifik ion logam. Tapi dalam beberapa kasus, meningkatnya konsentrasi biomassa secara proporsional tidak berpengaruh nyata pada pengambilan ion logam (Musrawati, 2009).
h)      Konsentrasi Larutan
Konsentrasi larutan juga berpengaruh terhadap mekanisme adsorpsi ion logam. Semakin tinggi konsentrasi spesies dalam larutan maka jumlah spesies yang diadsorpsi makin besar. Hubungan antara jumlah spesies yang diadsorpsi dengan konsentrasi kesetimbangan pada suhu tetap disebut isotermal adsorpsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar